![]() |
| Source: Pinterest |
Friday, November 18, 2016
Love Letter to Allah
Allah give me countless love who can't be received from any living thing in this world. My tear streaming down, deep inside my heart while i typed this post. When Allah keeps giving me chances, I return with really much of sins. As a superior living thing, I must be so shame.
Aku ini tidak tau diri. Sesuka hati. Terlalu tenang atau tidak peduli. Merasa umur yang diberi akan sampai pada helai uban terakhir. Ya Allah, aku lelah memberi janji yang tidak pernah tertepati. Kalau boleh mengemis lagi, tolong cabut rasa ingin berbuat dosa ini. Jangan beri aku hukuman. Beri aku peringatan.
Engkau lebih dari sekedar teman atau saudara. Engkau lebih dekat dari itu semua. Maaf Ya Allah, selama ini aku merasa hanya satu-satunya yang paling tersakiti. Tetapi ternyata aku juga tersangka. Beri aku sedikit kebijaksanaan-Mu, sedikit saja. I don't want to give any bullshit anymore
Love, H
Sunday, November 6, 2016
Overthinking Could Shorten Your Age
It's been a while since my last post on September, 2014
Okay, i'll try to write bilingually both in Bahasa and English from now *sok jago *palingan tetep banyakan pake Indonesianya *-_-
Hmm, ternyata lumayan terasa juga rindunya. hampir 2 tahun sejak "my proper post". Post pertama tahun ini aku akan sedikit bercerita ah, bukan cerita, ini curhat. Curhat tentang overthinking. Sesuai judul post ini, Overthinking Could Shorten Your Age, bukan hasil research atau semacamnya. Hanya mencari sinonim dari frasa super populer, Overthinking Could Kill You.
Aku, entah sejak kapan adalah seorang overthinker luar biasa. Mungkin bila dipikir dengan kepala dingin masalahku bahkan bisa saja tidak sampai disebut sebagai sebuah masalah. Hampir seperti depresi tapi Alhamdulillah, in sya Allah aku masih sehat :'(
Bisa saja tiba-tiba melamun atau bahkan menangis hanya karena memikirkan sesuatu yang bahkan mungkin belum terjadi. Mungkin this useless activity is one of sinful activity. Kenapa? Ya secara tidak langsung kita mengira-mengira dan seperti mendahului takdir yang bahkan belum terjadi di kehidupan kita. Seharusnya, sebaiknya, andai aku cukup bijaksana hal yang harus dilakukan adalah banyak berdoa. Cukup itu saja mungkin obat yang bisa menyembuhkan. Usaha pun sudah dilakukan, mungkin memang belum yang terbaik. Namun, ingin memperbaiki dengan mengembalikan waktu juga mustahil. Kebanyakan memang berakar dari penyesalan sehingga membuahkan overthinking.
Back to title, overthinking might be reduce your age. If I'm not mistaken, if you want to life last longer, your brain need much of serotonin hormone that only can provide with happiness. And overthinking is not those kind of thing at all. It could kill your happiness and could kill your serotonin, that's how you could die faster :(((
Maybe, this circumstances will end, if only the result has out. But if, the result won't be the same as our wish that will be causing the second super terrible overthinking. Sumpah, memang cuma doa saja yang bisa memperbaiki keadaan. Dan yang paling penting adalah belajar ikhlas. Just lay the whole of you to Allah. Allah will heal you. Aku pun masih terlalu lemah untuk belajar ilmu tingkat dewa ini. Tapi, if you want to life longer that's the only medicine which can cure it.
Good Luck !
Don't give up
*semoga bukan salah satu bullshit list ku :(
Okay, i'll try to write bilingually both in Bahasa and English from now *sok jago *palingan tetep banyakan pake Indonesianya *-_-
Hmm, ternyata lumayan terasa juga rindunya. hampir 2 tahun sejak "my proper post". Post pertama tahun ini aku akan sedikit bercerita ah, bukan cerita, ini curhat. Curhat tentang overthinking. Sesuai judul post ini, Overthinking Could Shorten Your Age, bukan hasil research atau semacamnya. Hanya mencari sinonim dari frasa super populer, Overthinking Could Kill You.
Aku, entah sejak kapan adalah seorang overthinker luar biasa. Mungkin bila dipikir dengan kepala dingin masalahku bahkan bisa saja tidak sampai disebut sebagai sebuah masalah. Hampir seperti depresi tapi Alhamdulillah, in sya Allah aku masih sehat :'(
Bisa saja tiba-tiba melamun atau bahkan menangis hanya karena memikirkan sesuatu yang bahkan mungkin belum terjadi. Mungkin this useless activity is one of sinful activity. Kenapa? Ya secara tidak langsung kita mengira-mengira dan seperti mendahului takdir yang bahkan belum terjadi di kehidupan kita. Seharusnya, sebaiknya, andai aku cukup bijaksana hal yang harus dilakukan adalah banyak berdoa. Cukup itu saja mungkin obat yang bisa menyembuhkan. Usaha pun sudah dilakukan, mungkin memang belum yang terbaik. Namun, ingin memperbaiki dengan mengembalikan waktu juga mustahil. Kebanyakan memang berakar dari penyesalan sehingga membuahkan overthinking.
Back to title, overthinking might be reduce your age. If I'm not mistaken, if you want to life last longer, your brain need much of serotonin hormone that only can provide with happiness. And overthinking is not those kind of thing at all. It could kill your happiness and could kill your serotonin, that's how you could die faster :(((
Maybe, this circumstances will end, if only the result has out. But if, the result won't be the same as our wish that will be causing the second super terrible overthinking. Sumpah, memang cuma doa saja yang bisa memperbaiki keadaan. Dan yang paling penting adalah belajar ikhlas. Just lay the whole of you to Allah. Allah will heal you. Aku pun masih terlalu lemah untuk belajar ilmu tingkat dewa ini. Tapi, if you want to life longer that's the only medicine which can cure it.
Good Luck !
Don't give up
*semoga bukan salah satu bullshit list ku :(
Friday, September 26, 2014
HOMM AB AB
Aku heran bisa seperti ini
Lebih heran lagi dari awal seperti ini
Dari awal aku sudah tau, sudah berhenti di sini
Padahal
Terjadi pun belum
Terikat juga belum
Disini saja
Tak mau dan tak akan kemana-mana, ab
Takutku cuma satu
Saat aku sudah terjebak disini
Ternyata ada sulap
Aku disini sendiri
Hmm
Thursday, August 21, 2014
Beware, Alien!
Manusia itu memang ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Punya semua yang tidak dipunya zebra, pinguin, tuna, parkit, atau bougenville. Pikiran dan perasaan. Dua anugerah luar biasa dari Tuhan untuk manusia supaya bisa mengarungi hidupnya di manapun. Sungguh manusia harus mampu menggunakan kedua anugerah ini dengan baik. Dengan sejalannya dua anugerah ini, hidup manusia menjadi hidup. Kalimat yang aneh ya? Hidup yang hidup. Aneh. Tapi memang ada sih, hidup yang mati.
Jadikan hidupmu berguna bagi orang lain. Pakai pikiran dan perasaanmu.
Jangan seperti aku.
Hidupku menyusahkan.
Sepertinya aku tidak menggunakan kedua anugerahku dengan baik. Sering sudah buat orang lain susah. Sering sudah buat diriku sendiri susah. Maaf ya, Tuhan. Aku juga heran dengan hidupku. Hidupku menyusahkan. Tapi kata orang setiap kehidupan pasti mempunyai alasan mengapa dia dihidupkan. Apa benar? Kalau begitu seharusnya tidak ada hidup yang mati. Apa kata orang itu salah ya? Apa hidupku ini tak beralasan? Apa aku ini hidup yang mati? Untuk alasan apa aku hidup? Atau begitu bodohnya aku? Maaf lagi Tuhan. Tapi, apakah ada alasan untukku untuk hidup dengan kedua anugerahmu ini?
Aku bodoh. Tak mengerti bahasa manusia. Hei, aku bicara bahasa apa kalau begitu?
Bukan bahasa yang ini.
Bahasa yang lain.
Jadikan hidupmu berguna bagi orang lain. Pakai pikiran dan perasaanmu.
Jangan seperti aku.
Hidupku menyusahkan.
Sepertinya aku tidak menggunakan kedua anugerahku dengan baik. Sering sudah buat orang lain susah. Sering sudah buat diriku sendiri susah. Maaf ya, Tuhan. Aku juga heran dengan hidupku. Hidupku menyusahkan. Tapi kata orang setiap kehidupan pasti mempunyai alasan mengapa dia dihidupkan. Apa benar? Kalau begitu seharusnya tidak ada hidup yang mati. Apa kata orang itu salah ya? Apa hidupku ini tak beralasan? Apa aku ini hidup yang mati? Untuk alasan apa aku hidup? Atau begitu bodohnya aku? Maaf lagi Tuhan. Tapi, apakah ada alasan untukku untuk hidup dengan kedua anugerahmu ini?
Aku bodoh. Tak mengerti bahasa manusia. Hei, aku bicara bahasa apa kalau begitu?
Bukan bahasa yang ini.
Bahasa yang lain.
Halo, (mungkin) aku alien!
Awas, jangan dekat-dekat!
Saturday, August 16, 2014
Fill in the Dots
Tak sulit mendapatkanmu
...
...
Tak perlu banyak tenaga
Ini terasa mudah
... terima semua kurang..
... tak pernah
...
... Cintai ... Apa Adanya - Tulus
PS: Tak bisa, apapun itu. Aku suka
Tuesday, July 29, 2014
Same Distance
Lihat
Mungkin anginnya cukup kencang
Mungkin langitnya sedang bebas
Mungkin awannya juga ringan
Tapi
Sepertinya angin memang kencang
Langit tampak bersih
Apalagi awannya sudah pasti ringan
Dari bawah sini
Terlihat tidak begitu kencang
Tapi langitnya masih bersih
Awan ringan cuma perkiraan
Arakan awan menuju barat
Semua setujuan meski beda
Dari bawah sini ke awan
Dari bawah sini ke bagian bawah yang lebih barat
Apakah jaraknya sama?
Wednesday, June 11, 2014
Hmm..
Februari, Maret, April, Mei, pertengahan-Juni
Empat setengah bulan hampir
Semuanya berkecamuk jadi satu, semua, benar-benar semua
Sisa bulan ini sampai bulan-bulan berikut pun badai belum reda
Masih belum mahir
Susah ternyata hidup begini
Bukan berlebihan
Tapi, memang susah
Aku senang
Aku sedih
Kata orang aku baik
Lebih banyak lagi yang berkata aku tak baik
Kamu, dia, mereka
Semua rasa terasa
Ada plus ada minus
Ada pahala apalagi dosa
Maunya sih,
Sama, harmonis
Harus diulang lagi?
SUSAH
Empat setengah bulan hampir
Semuanya berkecamuk jadi satu, semua, benar-benar semua
Sisa bulan ini sampai bulan-bulan berikut pun badai belum reda
Masih belum mahir
Susah ternyata hidup begini
Bukan berlebihan
Tapi, memang susah
Aku senang
Aku sedih
Kata orang aku baik
Lebih banyak lagi yang berkata aku tak baik
Kamu, dia, mereka
Semua rasa terasa
Ada plus ada minus
Ada pahala apalagi dosa
Maunya sih,
Sama, harmonis
Harus diulang lagi?
SUSAH
Hmm..
Sunday, February 2, 2014
Never Ending Sweetness
...
Oh, you can't make yourself stop dreaming
Who you're dreaming of
If it's who you love
Then it's who you love
My boy, he ain't the one that I saw coming
And some have said his heart's too hot to hold
And it takes a little time
But you should see him when he shines
Cause you never wanna let that feeling go
When you love, who you love
Who you love
You love, who you love
Who you love
Yeah, who you love
Who you love
...
Who You Love - John Mayer feat. Katy Perry
P.S. : Katy's part, ya it's you
Saturday, January 25, 2014
Reciprocal
Sadarkah?
Tahukah?
Mengapa kita hidup?
Bagaimana kita hidup?
Sebenarnya tidak serumit ketika memikirkan bagaimana rangkaian kata-kata untuk jawabannya
Untuk apa lagi hidup jika bukan untuk orang lain?
Ya, hidup kita yang katanya berharga ini memang sebagian besar darinya akan dilimpahkan untuk orang lain
Bukan hidup namanya jika sendiri, untuk diri sendiri, sama sekali bukan
Memberi dan menerima akan menjadi rutinitas selamanya
Tidak selalu berupa barang nyata
Bahkan ucapan yang jelas tak tampak pun dihitung
Memang tidak semua sadar, tidak semua tahu
Sepanjang hidup adalah semua tentang timbal balik
Setiap kelakuan akan selalu ada balasan
Usaha untuk selalu memberi yang baik akan juga selalu menghasilkan penerimaan yang baik
Jika bukan manusia, Tuhan pasti membayarnya
Tahukah?
Mengapa kita hidup?
Bagaimana kita hidup?
Sebenarnya tidak serumit ketika memikirkan bagaimana rangkaian kata-kata untuk jawabannya
Untuk apa lagi hidup jika bukan untuk orang lain?
Ya, hidup kita yang katanya berharga ini memang sebagian besar darinya akan dilimpahkan untuk orang lain
Bukan hidup namanya jika sendiri, untuk diri sendiri, sama sekali bukan
Memberi dan menerima akan menjadi rutinitas selamanya
Tidak selalu berupa barang nyata
Bahkan ucapan yang jelas tak tampak pun dihitung
Memang tidak semua sadar, tidak semua tahu
Sepanjang hidup adalah semua tentang timbal balik
Setiap kelakuan akan selalu ada balasan
Usaha untuk selalu memberi yang baik akan juga selalu menghasilkan penerimaan yang baik
Jika bukan manusia, Tuhan pasti membayarnya
Give and Take, that's how life
Tuesday, July 9, 2013
Yap, Everything Will Be Change
....
Cause all i know is we said hello
And your eyes look like coming home
All I know is a simple name, everything has changed
All I know is you held the door
You'll be mine and i'll be yours
All I know since yesterday is everything has changed
....
Everything Has Changed - Taylor Swift feat. Ed Sheeran
For Now and Forever, He Will Always Be The One
This feeling is really work
Rasa yakin plus pasrah sama seperti yang pernah aku rasakan waktu ujian praktikum biologi yang harus hafalin banyak prosedur buat beberapa percobaan aku rasakan lagi tepatnya beberapa hari yang lalu sampai puncaknya pada petang kemarin.
Sebuah keputusan besar telah dibuat kemarin. Bukan keputusanku pastinya. Semua keputusan Tuhan.
Keputusan Tuhan memang kadang tak sesuai dengan apa yang hambanya harapkan. Tapi, aku percaya keputusan Tuhan pasti jauh lebih baik dari semua yang pernah hambanya harapkan sebelumnya.
Keputusan Tuhan akan menjadi sangat baik ketika kita percaya, yakin, tegar, dan tanpa keraguan sedikitpun. Memulai empat hal itu memang susah setengah mati. Begitulah pekerjaan mulut yang hanya tinggal bicara saja. Hati dan pikiranlah yang sebenarnya akan melakukan empat hal luar biasa itu. Tapi, untuk apa lagi kita menunggu untuk tidak melakukannya? Tuhan punya kekuatan melebihi apapun, Dia pasti akan memberikan sedikit kekuatan-Nya kepada siapapun yang percaya.
Rasa yakin plus pasrah sama seperti yang pernah aku rasakan waktu ujian praktikum biologi yang harus hafalin banyak prosedur buat beberapa percobaan aku rasakan lagi tepatnya beberapa hari yang lalu sampai puncaknya pada petang kemarin.
Sebuah keputusan besar telah dibuat kemarin. Bukan keputusanku pastinya. Semua keputusan Tuhan.
Keputusan Tuhan memang kadang tak sesuai dengan apa yang hambanya harapkan. Tapi, aku percaya keputusan Tuhan pasti jauh lebih baik dari semua yang pernah hambanya harapkan sebelumnya.
Keputusan Tuhan akan menjadi sangat baik ketika kita percaya, yakin, tegar, dan tanpa keraguan sedikitpun. Memulai empat hal itu memang susah setengah mati. Begitulah pekerjaan mulut yang hanya tinggal bicara saja. Hati dan pikiranlah yang sebenarnya akan melakukan empat hal luar biasa itu. Tapi, untuk apa lagi kita menunggu untuk tidak melakukannya? Tuhan punya kekuatan melebihi apapun, Dia pasti akan memberikan sedikit kekuatan-Nya kepada siapapun yang percaya.
Just believe, and Allah will make it true
Saturday, May 11, 2013
Friend or Foe ?
"Tidak ada yang mengaku 'foe' di depan 'friend' nya." -hildarssy
Haha, post kali ini harus diakui adalah postingan paling random yang pernah aku tulis. Sebenarnya, aku sedang tidak ada masalah apalagi punya musuh dengan teman atau siapapun. Mungkin judul postingannya lebih tepat 'Friend or Friend ?' Karena aku sedang ingin membahas apa itu teman yang klsjhbeyqmdjf dan teman yang benar-benar TEMAN. Maksud kan?
Ada yang bilang, "jangan pilih-pilih teman." Dan ada juga yang, "kita harus pintar-pintar memilih teman." Nah loh? Terserah deh mau suka pendapat yang mana. Kalau aku sih, sudah pasti suka pendapat yang kedua. Cari teman yang benar-benar TEMAN itu emang susah. Sebenernya sudah banyak yang berpendapat seperti ini: teman yang sebenar-benarnya adalah orang yang akan selalu ada meskipun kita nggak butuh dia sekalipun. Orang yang selalu peduli tentang keadaannya temannya. Orang yang nggak peduli bagaimana sisi minus temannya. Bukan sisi negatif tapi, kekurangan. Karena sesama teman memang seharusnya harus saling melengkapi. Dan orang yang yang nggak akan pernah lupa dengan teman lamanya setelah mendapat banyak teman baru.
Bold part di atas itu yang sedang aku rasakan sekarang. Bukan munafik. Mungkin aku juga termasuk teman yang kurang ajar seperti itu. Memang super sialan orang seperti itu. Nggak ingat siapa yang dulu selalu ada dan bantu dia waktu butuh bantuan? Berasa jadi asisten pribadi lah. Minta bantu ini itu tinggal ngomong dan gratis cuy! Oh, F*ck!
Haha, post kali ini harus diakui adalah postingan paling random yang pernah aku tulis. Sebenarnya, aku sedang tidak ada masalah apalagi punya musuh dengan teman atau siapapun. Mungkin judul postingannya lebih tepat 'Friend or Friend ?' Karena aku sedang ingin membahas apa itu teman yang klsjhbeyqmdjf dan teman yang benar-benar TEMAN. Maksud kan?
Ada yang bilang, "jangan pilih-pilih teman." Dan ada juga yang, "kita harus pintar-pintar memilih teman." Nah loh? Terserah deh mau suka pendapat yang mana. Kalau aku sih, sudah pasti suka pendapat yang kedua. Cari teman yang benar-benar TEMAN itu emang susah. Sebenernya sudah banyak yang berpendapat seperti ini: teman yang sebenar-benarnya adalah orang yang akan selalu ada meskipun kita nggak butuh dia sekalipun. Orang yang selalu peduli tentang keadaannya temannya. Orang yang nggak peduli bagaimana sisi minus temannya. Bukan sisi negatif tapi, kekurangan. Karena sesama teman memang seharusnya harus saling melengkapi. Dan orang yang yang nggak akan pernah lupa dengan teman lamanya setelah mendapat banyak teman baru.
Bold part di atas itu yang sedang aku rasakan sekarang. Bukan munafik. Mungkin aku juga termasuk teman yang kurang ajar seperti itu. Memang super sialan orang seperti itu. Nggak ingat siapa yang dulu selalu ada dan bantu dia waktu butuh bantuan? Berasa jadi asisten pribadi lah. Minta bantu ini itu tinggal ngomong dan gratis cuy! Oh, F*ck!
And by the way, I'm the one of that sh*t guy!
I'm sorry guys for not being the best for you all
Friday, April 19, 2013
Fiuuuh..!
Waw!
I just passed it
Ujian Nasional 2012/2013 sudah dijamin bakal jadi UNAS paling fenomenal di Indonesia. Gimana enggak? Semua serba baru. 20 kode dan ber-barcode, tingkat kesulitan naik 10% / 20%, daaaan jadwalnya nggak barengan! Jadwal yang seharusnya serentak diadakan hari Senin, 15 April 2013 untuk seluruh Indonesia jadi nggak kompak gara-gara distribusi soal kacau di Indonesia Tengah. Hasilnya, teman-teman di Indonesia Tengah telat Ujian Nasional. Sebagian besarnya pasti berimbas kepada ngedropnya mental teman-teman IndoTeng. Apalagi nilai UN tahun ini dijadikan sebagai pertimbangan buat masuk PTN.
Siapa yang mesti disalahkan kalau seperti ini? Pak. Nuh, sang menteri kah? Huft, nggak tau deh. Yang jelas kita, sebagai peserta cuma bisa berusaha dan berdoa.
I just passed it
Ujian Nasional 2012/2013 sudah dijamin bakal jadi UNAS paling fenomenal di Indonesia. Gimana enggak? Semua serba baru. 20 kode dan ber-barcode, tingkat kesulitan naik 10% / 20%, daaaan jadwalnya nggak barengan! Jadwal yang seharusnya serentak diadakan hari Senin, 15 April 2013 untuk seluruh Indonesia jadi nggak kompak gara-gara distribusi soal kacau di Indonesia Tengah. Hasilnya, teman-teman di Indonesia Tengah telat Ujian Nasional. Sebagian besarnya pasti berimbas kepada ngedropnya mental teman-teman IndoTeng. Apalagi nilai UN tahun ini dijadikan sebagai pertimbangan buat masuk PTN.
Siapa yang mesti disalahkan kalau seperti ini? Pak. Nuh, sang menteri kah? Huft, nggak tau deh. Yang jelas kita, sebagai peserta cuma bisa berusaha dan berdoa.
WISH US LUCK GUYS!!
Thursday, March 14, 2013
I Almost There
"Kedewasaan itu bukan dilihat dari umur."
Sering mendengar kalimat itu pasti. Banyak yang setuju dan meyakini, banyak yang asal setuju, apalagi yang tidak setuju. Mulai belajarlah untuk menyetujui dan meyakininya. Karena kami, saat ini, di usia labil ini harus merasakan bagaimana tuntutan keadaan memaksa kami untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Butuh sebuah pelajaran yang lebih rumit dari matematika atau fisika untuk bisa mencapainya, apalagi berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan.
Menurutku, kedewasaan itu bermula dari penentuan sebuah keputusan. Apa pun itu. Bahkan, membeli sebuah ballpoint. Sepele atau berlebihan begitu? Terserah, nilailah sesuka hati. Haha, lucu memang. Kedewasaan dapat berawal dari hal seperti itu. Aku merasakannya sendiri. Dari ballpoint yang kita pilih inilah beberapa kejadian besar akan datang. Seperti menulis biodata, mengerjakan tugas, ujian sekolah, bahkan tanda tangan kontrak penting. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau kita salah memilih ballpoint? Mengambil ballpoint cadangan? Tertinggal di tas yang lain. Meminjam teman? Tidak ada waktu di ujian. Bahkan, mungkin tidak akan ada yang akan membantumu. Apa lagi selanjutnya? Hasil ujian tidak memuaskan atau kehilangan kontrak besar?
Wake up people! Itu baru masalah ballpoint. Bagaimana dengan masalah-masalah lain yang lebih besar daripada sebatang ballpoint? Sudahkah dipikirkan, direncanakan, dimantapkan, yang akhirnya dapat dijalankan? Semua itu butuh kedewasaan. Kematangan berpikir. Kita tidak tahu apa yang akan datang dan yang akan disebabkan di masa depan. Aku di keadaan seperti itu sekarang. Dipaksa menjadi dewasa. Memutuskan sesuatu besar untuk kehidupanku selanjutnya. Hanya doa yang bisa membantuku mengambil keputusan itu. Dari hati yang paling penting. Dari keputusan ini aku akan melihat nasibku, suksesku. Because I almost there. Aku hampir disana, memetik semua hasil keputusanku.
Sering mendengar kalimat itu pasti. Banyak yang setuju dan meyakini, banyak yang asal setuju, apalagi yang tidak setuju. Mulai belajarlah untuk menyetujui dan meyakininya. Karena kami, saat ini, di usia labil ini harus merasakan bagaimana tuntutan keadaan memaksa kami untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Butuh sebuah pelajaran yang lebih rumit dari matematika atau fisika untuk bisa mencapainya, apalagi berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan.
Menurutku, kedewasaan itu bermula dari penentuan sebuah keputusan. Apa pun itu. Bahkan, membeli sebuah ballpoint. Sepele atau berlebihan begitu? Terserah, nilailah sesuka hati. Haha, lucu memang. Kedewasaan dapat berawal dari hal seperti itu. Aku merasakannya sendiri. Dari ballpoint yang kita pilih inilah beberapa kejadian besar akan datang. Seperti menulis biodata, mengerjakan tugas, ujian sekolah, bahkan tanda tangan kontrak penting. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau kita salah memilih ballpoint? Mengambil ballpoint cadangan? Tertinggal di tas yang lain. Meminjam teman? Tidak ada waktu di ujian. Bahkan, mungkin tidak akan ada yang akan membantumu. Apa lagi selanjutnya? Hasil ujian tidak memuaskan atau kehilangan kontrak besar?
Wake up people! Itu baru masalah ballpoint. Bagaimana dengan masalah-masalah lain yang lebih besar daripada sebatang ballpoint? Sudahkah dipikirkan, direncanakan, dimantapkan, yang akhirnya dapat dijalankan? Semua itu butuh kedewasaan. Kematangan berpikir. Kita tidak tahu apa yang akan datang dan yang akan disebabkan di masa depan. Aku di keadaan seperti itu sekarang. Dipaksa menjadi dewasa. Memutuskan sesuatu besar untuk kehidupanku selanjutnya. Hanya doa yang bisa membantuku mengambil keputusan itu. Dari hati yang paling penting. Dari keputusan ini aku akan melihat nasibku, suksesku. Because I almost there. Aku hampir disana, memetik semua hasil keputusanku.
Semoga Tuhan menuntun dan mengizinkanku memilih keputusan terbaik untuk esokku. Amin.
The Beauty of God's Plans
Coincidence,
Kebetulan.
Awalnya, aku percaya tentang adanya kebetulan di dunia. Tetapi, ternyata aku salah besar. Kebetulan itu tidak pernah ada. Kebetulan itu tidak lebih adalah kejadian yang merupakan akibat dari perbuatan yang telah kita lakukan. Kebetulan itu hanya sebutan bagi rencana luar biasa Tuhan kepada kita.
'Kebetulan' selalu datang tanpa diminta dan bahkan tak terduga. 'Kebetulan' lebih sering terasa membahagiakan. Coba berpikir lagi, baik sekali Tuhan memberikan 'kebetulan' ini tanpa harus kita melakukan sesuatu sebelumnya? Kapan? 1 menit sebelum 'kebetulan'? 2 menit?
Bahkan, pikiran kita pun hanya mampu melihat kejadian yang baru. Ingat lagi apa yang pernah kamu lakukan sehari sebelumnya, 2 hari, 1 minggu, 1 bulan, bahkan, 1 tahun sebelum 'kebetulan' itu terjadi.
Tuhan selalu punya rencana yang tak pernah bisa kita terka kapan, dimana, dan bagaimana datangnya. 'Kebetulan' seperti itu nikmat luar biasa atas perlakuan lampau kita. Apalagi selain syukur yang bisa kita katakan kemudian?
Kebetulan.
Awalnya, aku percaya tentang adanya kebetulan di dunia. Tetapi, ternyata aku salah besar. Kebetulan itu tidak pernah ada. Kebetulan itu tidak lebih adalah kejadian yang merupakan akibat dari perbuatan yang telah kita lakukan. Kebetulan itu hanya sebutan bagi rencana luar biasa Tuhan kepada kita.
'Kebetulan' selalu datang tanpa diminta dan bahkan tak terduga. 'Kebetulan' lebih sering terasa membahagiakan. Coba berpikir lagi, baik sekali Tuhan memberikan 'kebetulan' ini tanpa harus kita melakukan sesuatu sebelumnya? Kapan? 1 menit sebelum 'kebetulan'? 2 menit?
Bahkan, pikiran kita pun hanya mampu melihat kejadian yang baru. Ingat lagi apa yang pernah kamu lakukan sehari sebelumnya, 2 hari, 1 minggu, 1 bulan, bahkan, 1 tahun sebelum 'kebetulan' itu terjadi.
Tuhan selalu punya rencana yang tak pernah bisa kita terka kapan, dimana, dan bagaimana datangnya. 'Kebetulan' seperti itu nikmat luar biasa atas perlakuan lampau kita. Apalagi selain syukur yang bisa kita katakan kemudian?
I do believe in the wonderful plans of God,
how about You?
Friday, November 16, 2012
The Moment I Love
Aku masih muda, tapi berbeda dengan teman-teman mudaku lainnya
Sedikit berbeda,
Aku hanya tidak suka teriakan, banyak bicara, dan banyak aksi
Aku lebih suka suasana seperti musim gugur di film-film
Rasanya seperti hanya ada angin yang bertiup pelan, daun maple berwarna coklat berjatuhan, dan aku duduk di bangku taman sendiri dengan headphone di telinga mendengarkan lagu bahagia dengan tempo lambat yang mendamaikan
Sedikit berbeda,
Aku hanya tidak suka teriakan, banyak bicara, dan banyak aksi
Aku lebih suka suasana seperti musim gugur di film-film
Rasanya seperti hanya ada angin yang bertiup pelan, daun maple berwarna coklat berjatuhan, dan aku duduk di bangku taman sendiri dengan headphone di telinga mendengarkan lagu bahagia dengan tempo lambat yang mendamaikan
I Love Serenity
Saturday, November 3, 2012
Another Sweetness ...
...
You'll never love yourself half as much as I love you
You'll never treat yourself right, darlin' but I want you to
If I let you know I'm here for you
Maybe you love yourself like I love you, oh
...
I won't let these little things slip out of my mouth
But if it's true it's you, it's you they add up to
I'm in love with you and all your little things
Little Thing - One Direction, Ed Sheeran
Sunday, October 21, 2012
You Ask, I Answer
Fantasi,
Suatu hal yang tak nyata
Bahkan, hampir semua menyalahi realita
Realita,
Suatu hal yang sangat nyata
Bahkan, hampir semua menyalahi fantasi
Fantasi atau Realita?
Dengan fantasi. aku bahagia
Dengan realita, aku hidup
Fantasi atau Realita?
Keduanya tak berhubungan
Keduanya tak bisa disatukan
Fantasi atau Realita?
Fantasi atau Realita?
Harus pilih salah satu diantaranya?
Jawabannya tak bisa
Untukku,
Bukan lagi fantasi atau realita
Tetapi, fantasi dan realita
Suatu hal yang tak nyata
Bahkan, hampir semua menyalahi realita
Realita,
Suatu hal yang sangat nyata
Bahkan, hampir semua menyalahi fantasi
Fantasi atau Realita?
Dengan fantasi. aku bahagia
Dengan realita, aku hidup
Fantasi atau Realita?
Keduanya tak berhubungan
Keduanya tak bisa disatukan
Fantasi atau Realita?
Fantasi adalah sebuah kebebasan
Realita adalah sebuah ikatan
Fantasi atau Realita?
Harus pilih salah satu diantaranya?
Jawabannya tak bisa
Untukku,
Bukan lagi fantasi atau realita
Tetapi, fantasi dan realita
Sunday, October 14, 2012
How It Should be?
Kali ini, aku mau bicara soal Islam. Bukan apa-apa. Hanya opini.
Malam ini, baru saja menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia yang berhubungan dengan cerpen. dan kebetulan cerpen yang aku pakai untuk tugas ini adalah cerpen dengan nuansa Islami.
Penulisnya bukan orang besar. Mungkin masih muda.
Di dalamnya ada satu cerpen yang ceritanya menggantung dan menggalaukan.
Isinya tentang persahabatan dan mahram.
Ceritanya ada seorang perempuan yang bersahabat dengan seorang laki-laki. Lalu, perempuan itu memutuskan untuk bergabung di organisasi remaja masjid dan mendadak berubah menjadi lebih alim. Sampai akhirnya, perempuan itu sadar akan batas-batas dalam Islam. Yaitu, batas-batas antara laki-laki dan perempuan sekalipun itu sahabat.
Dalam batin perempuan itu seperti ada perang. Betapa tidak? Ia semakin jauh dari sahabatnya itu. Dan buruknya, sahabatnya menjadi bengal. Laki-laki itu kembali menjadi perokok dan hidupnya berantakan. Anehnya, senior perempuan itu dalam organisasi melarang perempuan itu mengarahkan sang sahabat yang tersesat. Lagi-lagi, mahram masalahnya.
Bukannya mengesampingkan. Tapi, ini konteksnya berbeda. Apa benar kita, sahabat membiarkan sahabat kita tersesat? Apa benar kita, pergi ke jalan yang benar sendirian dan tidak memberitahu sahabat kita bila dia melewati jalan yang salah. Keluar dari konteks mahram. Kita mengajak orang yang semahram dan mengarahkan sahabat kita untuk kembali kan tidak apa-apa?
Apalagi dalam cerpen ini, diceritakan si laki-laki menjadi frustasi dan akhirnya meninggal dalam kecelakaan saat perjalanan menuju rumah si perempuan untuk menanyakan apa kesalahan yang ia perbuat sampai-sampai si perempuan menjauhi dia tanpa alasan.
Meninggalkan orang yang tersesat dan berjalan sesuai peta sendirian hanya karena masalah mahram. Benar atau salah?
Entahlah, aku pun bukan orang pandai, bukan kyai. Aku manusia biasa yang tidak tahu apa-apa dan sekedar ingin bertanya untuk mengetahui kepastian.
Malam ini, baru saja menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia yang berhubungan dengan cerpen. dan kebetulan cerpen yang aku pakai untuk tugas ini adalah cerpen dengan nuansa Islami.
Penulisnya bukan orang besar. Mungkin masih muda.
Di dalamnya ada satu cerpen yang ceritanya menggantung dan menggalaukan.
Isinya tentang persahabatan dan mahram.
Ceritanya ada seorang perempuan yang bersahabat dengan seorang laki-laki. Lalu, perempuan itu memutuskan untuk bergabung di organisasi remaja masjid dan mendadak berubah menjadi lebih alim. Sampai akhirnya, perempuan itu sadar akan batas-batas dalam Islam. Yaitu, batas-batas antara laki-laki dan perempuan sekalipun itu sahabat.
Dalam batin perempuan itu seperti ada perang. Betapa tidak? Ia semakin jauh dari sahabatnya itu. Dan buruknya, sahabatnya menjadi bengal. Laki-laki itu kembali menjadi perokok dan hidupnya berantakan. Anehnya, senior perempuan itu dalam organisasi melarang perempuan itu mengarahkan sang sahabat yang tersesat. Lagi-lagi, mahram masalahnya.
Bukannya mengesampingkan. Tapi, ini konteksnya berbeda. Apa benar kita, sahabat membiarkan sahabat kita tersesat? Apa benar kita, pergi ke jalan yang benar sendirian dan tidak memberitahu sahabat kita bila dia melewati jalan yang salah. Keluar dari konteks mahram. Kita mengajak orang yang semahram dan mengarahkan sahabat kita untuk kembali kan tidak apa-apa?
Apalagi dalam cerpen ini, diceritakan si laki-laki menjadi frustasi dan akhirnya meninggal dalam kecelakaan saat perjalanan menuju rumah si perempuan untuk menanyakan apa kesalahan yang ia perbuat sampai-sampai si perempuan menjauhi dia tanpa alasan.
Meninggalkan orang yang tersesat dan berjalan sesuai peta sendirian hanya karena masalah mahram. Benar atau salah?
Entahlah, aku pun bukan orang pandai, bukan kyai. Aku manusia biasa yang tidak tahu apa-apa dan sekedar ingin bertanya untuk mengetahui kepastian.
Thursday, October 11, 2012
Kemudian
Disini sepi, disitu gelap
Disana tak ada jalan
Lalu dimana?
Disini saja?
Disini tak ada apa-apa
hanya itu-itu saja
A, B, C, D, dan, 1, 2, 3, 4
Jenuh dan kelabu
Aku ingin lebih dari
Sekedar alfabet dan angka
Apalagi tak semua mengena
Hanya beberapa
Sebenarnya banyak yang tak terbaca
Aku sedikit dungu
Tak berperasaan
Tapi, memang tak tampak
Sesuatu kompleks itu...
Jauh dari sini
Warna, corak, bentuk yang lebih
dari sekedar A, B, C, dan, 1, 2, 3
Tapi, pembatas terkejam memang waktu
Memang jarak
Aku terlalu lemah
Tapi, aku tak ingin hanya diam
Semoga berubah
Jarak yang jauh itu mendekat
Warna, corak, bentuk, dan yang lainnya juga
Sehingga kutahu
Dimana tempatku seharusnya
Berada kemudian
8th October 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

